ASAL PEMBENTUKAN GEREJA

        Kata "Gereja" berasal dari kata "Igereja" yang berasal dari bahasa Portugis, sedangkan kata Yunani "Ekklesia" yang artinya kumpulan atau pertemuan rapat. "Ekklesia" juga berasal dari kata kerja Yunani "Ekklein" artinya "Memanggil Keluar". Dalam bahasa Inggris dan Jerman diambil dari kata sifat Yunani "Kuriake" yang berarti "Milik Tuhan", sedangkan bahasa Perancis "Eglise" artinya pertemuan rakyat bersifat religius. Da1am beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa gereja adalah jemaat setempat. Gereja juga dapat diartikan sebagai Umat Allah. yang terdiri dari jemaat setempat yang digunakan sebagai pertemuan liturgis terutama pertemuan ekaristi. 

    Dalam Katekismus Gereja Katolik/ KGK mengartikan Gereja adalah sesuatu yang direncanakan oleh Allah Bapa, didirikan oleh Allah Putera dan dinyatakan oleh Allah Roh Kudus. Gereja juga merupakan tanda keselamatan Allah. Yang dimaksud Gereja direncanakan Allah Bapa yaitu menurut Lumen Gentium, dalaman Dokumen Konsili Vatikan II bahwa gereja dikehendaki oleh Bapa, ada rencana dari pihak Bapa untuk memanggil umat-Nya. Gereja didirikan oleh Allah Putera, Lumen Gentium(LG)menyatakan bahwa pertumbuhan dan permulaan gereja ditandai oleh darah dan air. Gereja dinyatakan oleh Roh kudus artinya bahwa kehadiran gereja ditampilkan secara terbuka pada saat Pentakosta. Gereja disempurnakan oleh kemuliaan, LG menyatakan bahwa gereja akan disempurnakan dalam kerajaan surgawi waktu kedatangan kembali Kristus dalam kemuliaan. 

    Pengertian Gereja dalam Kitab suci dan ajaran gereja, Gereja sebagai Umat Allah artinya gereja adalah semua yang sudah di baptis, dalam Perjanjian Lama gereja adalah Umat Terpilih, menurut bapa-bapa Konsili Vatikan II gereja bukanlah suatu organisasi manusiawi melainkan perwujudan karya Allah yang konkret, gereja adalah suatu kelompok dinamis, gereja adalah pilihan dan kasih Allah, gereja tidak dilihat secara yuridis dan organisatoris melulu, gereja adalah suatu yang majemuk artinya Umat Allah dari segala suku bangsa(dalam Perjanjian Lama Umat Allah untuk Bangsa Israel), Umat Allah mendapat arti baru yaitu kedatangan Kristus. Gereja sebagai Tubuh Kristus, Paulus mengungkapkan bahwa Gereja merupakan tubuh Kristus, dalam Surat kepada kolose dan efesus menyatakan bahwa Kristus adalah kepala sedangkan jemaat yang lainnya adalah bagian anggota tubuhnya.Gereja sebagai Bait Roh Kudus, dalam Perjanjian Baru Bait Allah itu Kristus, gereja sebagai Bait Allah maka gereja wajib merayakan ekaristi sampai pada kepenuhan Kristus. Gereja sebagai Materi dan Sakramen, dalam Konsili Vatikan I tepatnya pada Ensiklik Paus Pius XII, gereja sebagai organisasi dan lembaga yang di didirikan oleh Kristus, gereja adalah tempat pertemuan Allah dengan manusia, gereja disebut sebagai sakramen karena misteri Allah justru tampak dalam gereja, dalam kitab suci kata "Misteri" berarti rencana Allah yang diwahyukan kepada manusia, gereja adalah tanda dan sarana mesra antara Allah dengan manusia 

    Menurut sejarah tradisi gereja bahwa pembentukan gereja katolik tidak lepas pada pengajaran Yesus dan para rasul sebagai murid Yesus yang pertama. Yesus membangun gereja melalui para rasul-Nya dengan Santo Petrus sebagai uskup Roma pertama. Menurut sejarah bahwa sebenarnya gereja sudah ada sebelum peristiwa Pentakosta, tetapi secara komplek belum disebut sebagai gereja. Gereja mulai ditampilkan dan tersebar setelah peristiwa Pentakosta, dimana Roh Kudus turun atas para rasul, dari situlah para rasul berani untuk membentuk sebuah gereja. Gereja memiliki 2 arti yaitu gereja adalah sebuah bangunan untuk tempat beribadah, tetapi gereja juga memiliki arti sebagai persekutuan Umat Allah atau umat beriman.  

    Persoalan utama dalam pembentukan Gereja yaitu bagaimana menyatukan berbagai tradisi dan  ajaran teologis di tengah berbagai tantangan dan perpecahan yang muncul. Sejak abad awal, gereja menghadapi berbagai aliran pemikiran, termasuk bid'aah dan skisma yang mengancam integrasi doktrin. Maka sekarang ini gereja membentuk sistem hierarkis dimana Uskup sebagai pemimpin tertinggi, tujuannya untuk menetapkan doktrin  dan mengeluarkan konsili-konsili gereja dalam menghadapi reformasi pada abad ke-16. 
    
    Gereja Katolik juga memiliki peranan penting dalam menyebarkan iman kristiani melalui misi-misi yang dilakukan oleh para misionaris. Sejak abad ke-15, misionaris katolik menyebarkan ajaran kristen di benua-benua seperti Eropa dan Amerika. Namun, gereja katolik tetap mengalami tantangan, salah satunya terjadi perpecahan besar antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur pada abad ke-11. Tantangan lain yang dihadapi yaitu dengan berkembangnya pluralisme agama dan kritik terhadap otoritas gereja, dari semua tantangan tersebut gereja berupaya menyesuaikan diri sambil tetap setia pada ajaran yang diturunkan dari Yesus.

        Kesimpulannya bahwa gereja merupakan tanda dan sarana mesra antara Allah dengan Manusia. Gereja juga merupakan hasil dari perutusan, maka perutusan gereja untuk mewartakan Kerajaan Allah. Dalam LG menyebut bahwa gereja adalah benih dan awal mula Kerajaan Allah yang masih belum sampai pada kepenuhan-nya. sebagai Kerajaan Allah, maka gereja hadir untuk menyatakan dirinya kepada dunia. Paus Yohanes Paulus II dalam ensiklik Redemptoris Missio menyebut dengan istilah"Gereja melayani Kerajaan Allah" artinya pelayanan itu diwujudkan dengan “menyebarluaskan ke seluruh dunia nilai-nilai Injil yang merupakan ungkapan dari Kerajaan Allah dan yang membantu orang menerima rencana Allah”.

    Didalam gereja, Kristus melaksanakan dan menyatakan misteri sebagai tujuan keputusan Allah. Paulus menamakan persatuan mempelai Kristus dan gereja sebagai satu rahasia besar karena gereja dipersatukan dengan Kristus sebagai mempelai-nya, ia sendiri menjadi rahasia. Persekutuan manusia dengan Allah oleh Kasih yang tidak berkesudahan adalah tujuan yang menentukan segala sesuatu yang di dalam Gereja merupakan sarana sakramental yang terikat pada dunia yang fana ini
   
    Seperti yang sudah ditekankan diatas bahwa gereja bukan hanya semata-mata hanya sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga merupakan suatu perkumpulan Umat Allah yang percaya. Maka didalam gereja manusia bisa menemukan dan mengalami karya penyelamatan Allah. Selain itu juga gereja hadir untuk mewartakan Kerajaan Allah agar manusia mau menerima rencana Allah. Meskipun gereja seringkali mengalami persoalan dan tantangan, tetapi gereja tetap menjadi tanda dan sarana hubungan antara Allah dan manusia sehingga mencapai kepenuhan Allah.  

Komentar